Paskah adalah hari raya keagamaan yang dirayakan oleh umat Kristen & Katolik.  Paskah merupakan peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian dan kesengsaraan Nya yang menyedihkan. Paskah merupakan perayaan yang sangat diagungkan karena Yesus rela mengurbankan diri Nya untuk menebus dosa manusia. Yesus rela menderita, dianiaya, disiksa, memanggul salib demi kebahagiaan manusia. Cinta Kristus yang teramat dalam ini, ditanggapi oleh umat Kristen, Katolik dengan berpuasa dan berpantang selama 40 hari. Selain berpantang, berpuasa, diwujud nyatakan dengan rela berbagi. Maka anak – anak KB/TK Strada Santa Maria 1 diberi kesempatan untuk mengumpulkan uang selama masa Aksi Puasa Pembangunan (APP).

Paskah sering kali diidentikkan dengan telur paskah. Maka dalam perayaan paskah pada umumnya sering ada acara mencari telur paskah, menghias telur & keranjang paskah dll. Mengapa telur? Telur melambangkan kehidupan baru, ini melambangkan Kristus yang bangkit dari kematian kekal, menjadi manusia baru.

Bagaimana peristiwa Paskah tahun ini ditengah pandemi virus Covid-19 disikapi di KB/TK Strada Santa Maria 1. Pada masa Learn From Home ataupun Pembelajaran Jarak Jauh ini, kami tetap memaknai peristiwa ini dengan berbagai hal. Antara lain dengan mengikuti ibadah keagamaan dari rumah, sesuai anjuran pemerintah.  Kami mengikuti ibadat pekan suci (Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Minggu Paskah) melalui live steaming dari gereja masing-masing atau gereja di Indonesia dan mengikuti siaran Televisi (TVRI & Kompas TV) yang memfasiltasi kami umat Katolik dengan menyiarkan Ibadat setiap momentnya.

Selain mengikuti misa di rumah saja, anak-anak kelompok TK B juga memaknainya dengan membuat kartu Paskah, dimana kartu Paskah ini dibuat anak- anak sesuai kreastivitas masing-masing. Dengan tugas ini ternyata ada pula anak yang membuat keranjang paskah, mencari telur Paskah di rumah masing- masing dengan keluarganya.

Di kelompok TK A, anak-anak diberi kebebasan berkreasi menggambar telur paskah. Hal ini mau mengajak anak- anak berkreasi memaknai perayaan Paskah sederhana di rumah mereka masing-masing. Warna warni telur demikian pula Allah mewarnai kehidupan umat manusia setiap hari, semua indah tergantung memaknainya.

Jadi situasi dan kondisi seperti apa pun, seperti saat ini, mengajak anak-anak untuk tetap semangat, menikmati kebersamaan dalam keluarganya masing- masing dan menjaga kesehatan diri, mematuhi anjuran agama dan pemerintah. Dalam kondisi yang kurang memungkinkan kita tetap mengasihi sesama, saling peduli, saling menyapa. 

Sebarkan artikel ini